[Scroll down for English]

OKTOBER
29 September-13 Oktober 2017
Pembukaan: 29 September 2017, jam 16.00
Ruang Politik Pertama Bernama Rumah proyek oleh seniman Dito Yuwono dengan program kolektif-kolektif (lihat di bawah).
Informasi lengkap di sini.

#1 Wahana Kuda Binal oleh Barasub

Jumat 29 September
16.00–00.00 Menata rumah, sudio, dan galeri di ruang galeri

Sabtu 30 September
09.00 Pembukaan pameran Gigi Nyala
15.00-17.00 Diskusi dengan Barasub, Gigi Nyala, Genderuwo Press dan Cemeti

#2 Jalan Memutar oleh RAR Editions

Selasa 3 Oktober & Rabu 4 Oktober
12.00-17.00 Tur pameran dan produksi zine

Kamis 5 Oktober
09.00-20.00 Pameran
19.00Peluncuran zine oleh Barasub, Arum Dayu, Alwan Brilian & Tyassanti, Faida Rachma, Syalendra R & Ceasar Shidoi, Yonaz Kristy, RAR Editions & membongkar studio cetak dengan kopi seduhan Muhammad Bigoth dan musik oleh Babibosok, KLVDN (Bali)

#3 Jaba Jero oleh Laras

Jumat 6 Oktober & Sabtu 7 Oktober
09.00-17.00 Soundscapes, instalasi suara di Cemeti

#4 Layar Ruang Mas(s)a oleh Sewon Screening

Selasa 10 Oktober
15.45 Program Film #1: Ruang dengan: Kamar Mandi oleh Rusli Eddy (1999) | Another Color TV oleh Dyantini Adeline & Yovista Ahtajida (2013) | Di Sekitar Televisi oleh Theo Maulana (2014) | A Very Boring Conversation by Edwin (2006)
18.30 Pemutaran ulang Program Film #1: Ruang

Rabu 11 Oktober
15.45 Program Film #2: Medium dengan: Happy Ending oleh Harry Dagoe (1995) | Violence Against Fruits oleh Tintin Wulia (2000) | Genre Sub Genre oleh Yosep Anggi Noen (2013) | Musim Bepergian oleh Arie Surastio (2016)
18.30 Pemutaran ulang Program Film #2: Medium & Ngobrol

#5 Membayang oleh Studio Batu

Kamis 12 Oktober
09.00-17.00 Pemasangan dan latihan

Jumat 13 Oktober
19.00 Pertunjukan Membayang
20.00 Pertunjukan Membayang

ENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISHENGLISH

OCTOBER
29 September-13 October 2017
Opening: 29 September 2017, jam 16.00
Ruang Politik Pertama Bernama Rumah ["The First Political Space is Called Home"], project by artist Dito Yuwono, with envents program by five Yogyakarta based collectives (see schedule below). More information here.

Events program by collectives
#1 Wahana Kuda Binal by Barasub

Friday 29 September
16.00–00.00 Installation House, Studio, Gallery in Cemeti’s gallery

Sabtu 30 September
09.00 Opening exhibition by artist Gigi Nyala
15.00-17.00 Discussion with Barasub, Gigi Nyala, Genderuwo Press and Cemeti

#2 Jalan Memutar ["Detour"] by RAR Editions

Tuesday 3 October & Wednesday 4 October
12.00-17.00 Exhibition tour and zine production

Thursday 5 October
09.00-20.00 Pameran
19.00 Launch of zines by Barasub, Arum Dayu, Alwan Brilian & Tyassanti, Faida Rachma, Syalendra R & Ceasar Shidoi, Yonaz Kristy, RAR Editions & Dismanteling the printing studio with coffee brew by Muhammad Bigoth and music by Babibosok, KLVDN (Bali)

#3 Jaba Jero by Laras

Friday 6 October & Saturday 7 October
09.00-17.00 Soundscapes, installation at Cemeti

#4 Layar Ruang Mas(s)a by Sewon Screening

Saturday 10 October
15.45 Film Program #1: Ruang with: Kamar Mandi by Rusli Eddy (1999) | Another Color TV by Dyantini Adeline & Yovista Ahtajida (2013) | Di Sekitar Televisi by Theo Maulana (2014) | A Very Boring Conversation by Edwin (2006)
18.30 Rerun Program Film #1: Ruang

Wednesday 11 October
15.45 Film Program #2: Medium with: Happy Ending by Harry Dagoe (1995) | Violence Against Fruits by Tintin Wulia (2000) | Genre Sub Genre by Yosep Anggi Noen (2013) | Musim Bepergian by Arie Surastio (2016)
18.30 Rerun Film Program #2: Medium & Ngobrol

#5 Membayang by Studio Batu

Thursday 12 October
09.00-17.00 Installing and rehearsing

Friday 13 October
19.00 Performance Membayang
20.00 Performance Membayang

SEPTEMBER
Sabtu, 23 September 2017, jam 17.00
Kamar Tokek #1: Open Studio
Ngobrol bersama seniman residensi Arum Dayu, Nuriye dan Finn (Das Archipel). Kita akan menganyam tikar dan berdiskusi tentang beberapa pertanyaan mereka mengenai ruang publik dan hubungan antara seni dan politik. Selain itu juga akan pameran kecil yang berlangsung satu malam.

Jumat 8 September 2017, jam 9.00-12.00 (khusus undangan)
Lokakarya untuk anak-anak seputar permainan perkakas yang dikembangkan oleh mahasiswa dari Universitas Kristen Duta Wacana dan Institut Seni Indonesia

15 Agustus-9 September 2017
Pameran Museum of the Ordinary Things, sebuah proyek oleh Eko Prawoto. Informasi lengkap disini.

AGUSTUS
15 Agustus-9 September 2017
Pembukaan: 15 Agustus 2017, jam 19.00
Pameran Museum of the Ordinary Things, sebuah proyek oleh Eko Prawoto. Informasi lengkap disini.

Kamis 17 & Selasa 22 Agustus 2017, jam 14.00-17.00 (khusus undangan, tapi bisa datang untuk melihat)
Lokakarnya untuk seniman oleh pak Sukisman (pandai besi dari Kedondong duabakudapan)

Sabtu 19 & Sabtu 26 Agustus 2017, jam 9.00-12.00
Mengambar bersama ibu Restu
Kelas mengambar untuk anak-anak (umurnya 7-14) dengan seniman Restu Ratnaningtyas

Sabtu 26 Agustus 2017, jam 16.00-18.00
Desa Bercerita Edisi #8
Bincang oleh pekerja kerajinandari berbagai desa untuk mengundang para ahli dan publik

Rabu 30 Agustus 2017, jam 16.00-18.00
Eko Prawoto bicara tentang Museum of the Ordinary Things

Setiap hari dari 27 Agustus sampai 5 September di taman Cemeti, jam 15.00-17.00
Toko PENAJAMAN oleh agent OH (sebuah toko yang melayani penajaman alat)

JULI
12-27 Juli 2017
Bincang Seniman: 26 Juli 2017, 19.00
Rangkaian Diskusi tentang pascakolonial dan praktik dekolonialisasi: 13-22 Juli 2017, lihat di bawah!
Unsettling Time(s), pameran dengan karya dari Kin Chui dan Agan Harahap sebagai kerangka program pertukaran residensi bersama Objectifs (Singapura). Informasi lengkap di sini.

Jadwal Rangkaian Diskusi
Kamis, 13 Juli 2017, 10.00-15.30 dengan dan Katrin Bandel dan Ita Fatia Nadia
Selasa, 18 Juli 2017, 14.30-16.30 dengan Helly Minarti dan Jompet Kuswidananto
Kamis, 20 Juli 2017, 14.30-16.30 dengan Wahmuji
Jumat, 21 Juli 2017, 14.30-16.30 dengan Benardi Darumukti dan Antariksa
Sabtu, 22 Juli 2017, 14.30-16.30 dengan Lucia Juningsih

MEI
23 Mei-31 Mei 2017
Pameran, presentasi dan aktivitas lainnya oleh seniman residensi, periode #1 2017:
Bergulir! Bergetar! Bertabrakan!
Laura Marsh | Yosefa Aulia | Kevin van Braak

Selasa, 23 Mei 2017, jam 19.00: Pembukaan Bergulir! Bergetar! Bertabrakan!
Jumat, 26 Mei 2017, jam 19.00: Diskusi publik dengan seniman residensi
Sabtu, 20 Mei-Sabtu, 27 Mei 2017, jam 09.00-17.00: Pencetakan Pentagonal Icositetrahedron oleh Kevin van Braak
Selasa, 23 Mei 2017, jam 15.00: Pertandingan Smashing Cocks oleh Yosefa Aulia
Rabu, 24 Mei 2017, jam 15.00: Percakapan di Jogja Jacuzzi oleh Laura Marsh

Kamis, 4 Mei 2017
Pembukaan Pameran Penjumlahan dari (Hampir) Semua Hal oleh Collective Works (Karin Mientjes dan Peter Zuiderwijk). Suatu struktur pendukung spasial bagi Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat. Lebih informasi di sini.

Aktivitas pembukaan pada hari Kamis, 4 Mei 2017
15.00-17.00 ‘Saya akan keluar dan mungkin beberapa saat’, sebuah tur jalan kaki oleh Hannah, Jorgen dan Fiky (dimulai dan berakhir di Cemeti)
17.00-19.00 Diskusi 'Seni di Ruang Publik' oleh Collective Works
19.00-21.00 Pembukaan

APRIL
Sabtu 22 April 2017, mulai jam 19.00 WIB
Tur Selepas Kerja-Membaca dengan Lampu Senter oleh KUNCI
Pada tahun 2015, KUNCI Cultural Studies Center terlibat dalam sebuah program residensi yang diadakan oleh Para Site di Hong Kong. Mereka bekerja bersama enam orang pekerja migran dimana mereka mengorganisir sebuah klub baca yang dinamai Klub Baca Selepas Kerja. Klub baca ini terdiri atas enam pertemuan dimana masing-masing pertemuan berupaya menjelajahi gagasan tentang membaca, menulis, bekerja, tentang ruang dan waktu, serta bagaimana gagasan-gagasan tersebut terkait dengan aspek-aspek yang saling bertolak belakang dalam kehidupan buruh migran, baik sebagai pekerja maupun sebagai penulis. Proyek ini menghasilkan sebuah publikasi yang bertajuk ‘Afterwork Readings/Babasahin Matapos ang Trabaho/Bacaan Selepas Kerja/工餘’.

Dalam kerangka kerja ‘Maintenance Works’, Cemeti mengundang KUNCI untuk mempresentasikan proyek ini. Alih-alih hanya memajang publikasi tersebut dalam sebuah rak, KUNCI mewujudkan kembali beberapa tulisan dalam bentuk yang berbeda seperti instalasi dan pajangan teks (text-display) untuk “menunjukkan karya” tersebut pada beberapa lokasi di dalam Cemeti yang jelas sulit untuk diakses seperti dapur, gudang, di bawah meja, di dalam kotak kardus. Hal ini bertujuan untuk memicu gagasan mengenai membaca sebagai pengalaman yang menubuh.

Kami mengundang Anda untuk bergabung dengan tur Klub Baca Selepas Kerja dengan suluh. Acara ini akan dimulai pada jam 7 malam dimana kita akan membaca beberapa fragmen dari tulisan tersebut dengan nyaring di lokasi, dengan menggunakan suluh untuk menavigasi langkah kita melalui ruang pamer Cemeti yang gelap. Acara ini akan diikuti dengan pembongkaran display proyek ini sendiri. Pembacaan ini akan direkam dan akan tinggal sebagai jejak dalam wujud sebuah tautan web di Radio Kunci (http://radio.kunci.or.id).

Rabu 5 April 2017, selesai Jam 19.00 WIB
Kamar Tokek #1: Pemutaran Film & Diskusi Bersama Kevin van Braak (seniman residensi periode 1, 2017)
Bersama dengan dua seniman lain, yaitu Laura Marsh (New Zealand) dan Yosefa Aulia (Bandung), Kevin van Braak menjalani residensi di Cemeti yang telah dimulai sejak bulan Maret hingga bulan Mei 2017. Menginjak bulan kedua dari periode residensi ini, Cemeti menginisiasi sebuah platform pertukaran referensi dan percakapan dengan publik guna mendorong pertumbuhan gagasan dan mendukung proses penelitian seniman residensi, yang disebut dengan ‘Kamar Tokek’. Kamar Tokek edisi pertama akan menampilkan pemutaran film karya Kevin yang berjudul ‘Jejak Sang Kakek’ dan dilanjutkan dengan diskusi.

MARET
Kamis 9 Maret 2017, jam 15.30-17.00 WIB
Lokakarya: Penterjemahan Manifesto For Maintenance Art, 1969! oleh tim Editorial
Sebagai suatu cara untuk memperdalam pemahaman mengenai gagasan karya Mierle Laderman Ukele 'Manifesto For Maintenance Art, 1969!', Tim Editorial kami yang baru terbentuk akan menyelenggarakan sebuah lokakarya dimana mereka akan menterjemahkan Manifesto ke dalam bahasa Indonesia secara kolektif. Silakan bergabung dengan kami!

Jumat 10 Maret 2017, mulai jam 17.00 WIB
Klub Film Maintenance Works, Seri 1: The Century Of The Self
Gagasan mengenai "self-design" telah menjadi tema yang berulang dalam percakapan kami dengan TUHANTU, sebuah kooperatif rancang grafis yang sedang mengerjakan identitas visual Cemeti yang baru. Menindaklanjuti pemikiran ini, kami akan menayangkan empat bagian dari serial dokumenter 'Century of the Self' (2002) yang dibuat oleh Adam Curtis selama empat malam. Serial ini berfokus pada Edward Bernais, sepupu dari psikoanalis Sigmund Freud, yang menemukan istilah “public relations”.

FEBRUARI 2017
Jumat 24–Sabtu 25 Februari 2017, jam 9.30–17.30 hrs WIB
Perakitan #1. Bentuk-bentuk Pertukaran: me(Re)produksi Residensi
Simposium dua hari untuk publik menjelajahi potensi, permasalahan di residensi, sambil membayangkan berbagai kemungkinan alternatifnya. Pembicara akan diumumkan segera. Info lebih lanjut di sini.

Jumat 10 Februari, jam 19.30
Klub Film Maintenance Works, Seri 1: The Century Of The Self, episode 1 (episode 2, 3, 4 akan diputar di hari yang akan datang)

JANUARI 2017
Selasa, 24 Januari & 31 Januari 2017, jam 15.00-18.00 WIB
Dua bagian lokakarya: Penterjemahan Manifesto For Maintenance Art, 1969! oleh tim Editorial (aktivitas yang sedang berjalan)

Jumat, 20 Januari 2017, jam 19.30
Peluncuran Maintenance Works, Rancangan Perdana

Past Maintenance Works events at Cemeti:

SEPTEMBER

Saturday, 23 September 2017, 17.00 hrs
Kamar Tokek #1: Open Studio
Current residency artists Arum Dayu, Nuriye dan Finn (Das Archipel) invite you to weave a mat together while discussing some questions they have about public space and the relationship between art and the political. They will also prepare a one night mini-exhibition.

Friday 8 September 2017, 9.00-12.00 hrs (invitation only)
Workshop for children from Mangudan elementary school consisting of four different “tooling” games developed by architecture and design students from Duta Wacana University and the Yogyakarta art academy ISI

Thursday 7 September 2017, jam 15.00-17.00
Talk by archeologist Daud Tanurdirjo (Universitas Gadjah Mada)

Wednesday 6 September 2017, from 15.00 hrs onwards
Unpacking Embodied Knowledge, workshop sambal making and discussion by food study group Bakudapan

Tuesday 5 September 2017, 9.00-12.00 hrs (invitation only)
Workshop for children from Salam elementary school consisting of four different “tooling” games developed by architecture and design students from Duta Wacana University and the Yogyakarta art academy ISI

15 August-9 September 2017
Exhibition Museum of the Ordinary Things, a project by Eko Prawoto. Part of Cemeti's berbagi series of exhibitions, marking the second draft of Maintenance Works. More info here.

AUGUST
15 August-9 September 2017
15 August 2017, 19.00 hrs: Opening exhibition
Exhibition Museum of the Ordinary Things, a project by Eko Prawoto. More info here.

Thursday 17 & Tuesday 22 August 2017, 14.00-17.00 hrs (invitation only, but you can come and have a look!)
Two-part workshop for artists by pak Sukisman (blacksmith from Pengasih Kulon Progo)

Saturday 19 & Saturday 26 August 2017, 9.00-12.00 hrs
Mengambar bersama ibu Restu
Drawing class for children (age 7-14) with artist Restu Ratnaningtyas

Saturday 26 August 2017, 16.00-18.00 hrs
Desa Bercerita Edisi #8
A talk by craft workers from different villages for invited experts and the public

Every day from 27 August until 5 September, 15.00-17.00 hrs
Toko PENAJAMAN, tool sharpening shop in Cemeti's garden by agent OH

Selasa 5 September 2017 dan hari-hari lain, jam 9.00-12.00 (khusus undangan)
Workshops for kids from the Salam elementary school, with different games developed by students from Universitas Kristen Duta Wacana and Institut Seni Indonesia.

Wednesday 30 August 2017, 16.00-18.00 hrs
A talk about Museum of the Ordinary Things with Eko Prawoto

JULY
12-27 July 2017
Opening: 12 July 2017, 19.00 hrs
Artist Talk: 26 July 2017, 19.00 hrs
Discussion series about postcolonialism and decolonial practice: 13-22 July 2017, see below!
Unsettling Time(s), an exhibition with works by artists Kin Chui and Agan Harhap, participants of the Objectifs residency exchange programme, with 2017 international partner Cemeti. More info here.

Discussion series
Kamis, 13 July 2017, 10.00-15.30 with Katrin Bandel and Ita Fatia Nadia
Selasa, 18 July 2017, 14.30-16.30 with Helly Minarti and Jompet Kuswidananto
Kamis, 20 July 2017, 14.30-16.30 with Wahmuji
Jumat, 21 July 2017, 14.30-16.30 with Benardi Darumukti and Antariksa
Sabtu, 22 July 2017, 14.30-16.30 with Lucia Juningsih

JUNE
CEMETI x TUHANTU - work in progress by designer collective TUHANTU (Aria Pradifta, Wok The Rock, Andhika Wicaksono, Okta Samid, Natasha Gabriella Tontey, Maria I. Uthe, Eleonora A. Yuanita, Sarah Rayhana). A research presentation presented in Cemeti's entrance space. More info here.

MAY
23-31 May 2017
Exhibition, presentation and events by artists-in-residence period #1 2017:
Bergulir! Bergetar! Bertabrakan!
Laura Marsh | Yosefa Aulia | Kevin van Braak

Tuesday 23 May 2017, 19.00 hrs: Opening
Friday 26 May 2017, 19.00 hrs: Public discussion
Saturday 20-Saturday 27 May 2017, ongoing (09.00-17.00 hrs): Daily Pentagonal Icositetrahedron printing by Kevin van Braak
Tuesday 23 May 2017, 15.00 hrs: Smashing Cocks tournament by Yosefa Aulia
Wednesday 24 May 2017, 15.00 hrs: A conversation in the Jogja Jacuzzi convened by Laura Marsh

Thursday 4 May 2017, 19.00 hrs
Opening exhibition The Sum of (Almost) All Things by designer duo Collective Works (Karin Mientjes and Peter Zuiderwijk). A spatial support structure for Cemeti Institute for Art and Society. More info here.

Opening Program
15.00-17.00 hrs 'I'm just going outside and may be some time', a walking tour by Hannah, Jorgen and Fiky (start and finish at Cemeti)
17.00-19.00 hrs Discussion 'Art in Public Space' with Collective Works
19.00-21.00 hrs Opening reception

APRIL
Saturday 22 April 2017, start: 19.00 hrs
Afterwork Torch-lit Reading Tour with KUNCI
In 2015, KUNCI Cultural Studies Centre took part in a residency program at Para Site in Hong Kong, where they worked together with Indonesian migrant workers, with whom they organised Klub Baca Selepas Kerja, a reading group of six sessions which explored the notion of reading, writing, working, time, space, and how these relate to the seemingly contradictory aspects of migrant workers’ lives, both as workers and writers. The project resulted in a publication entitled ‘Afterwork Readings/Babasahin Matapos ang Trabaho/Bacaan Selepas Kerja/工餘’.

In the framework of ‘Maintenance Works’, Cemeti invited KUNCI to present this project. Instead of just presenting the publication on a shelf, KUNCI reorganized some of the writings, using different formats such as installation and text-display to “show the work” in places within Cemeti that are decidedly difficult to access -the kitchen, the storage, under tables, in cardboard boxes- with the aim of invoking the idea of reading as a corporeal experience. A trace of the reading can be found on KUNCI’s online Radio Kunci (here: http://radio.kunci.or.id).

Wednesday 5 April 2017, starting 19.00 hrs
Kamar Tokek #1: Pemutaran Film & Diskusi Bersama Kevin van Braak
(seniman residensi periode 1, 2017)
Along with two other artists, Laura Marsh (New Zealand) and Yosefa Aulia (Bandung), Kevin van Braak (the Netherlands) is Cemeti's current artist in residence (March-May 2017). On the second month of the residency period, Cemeti organizes a platform to exchange references in order to encourage the development of ideas and to support and make public the artists' research process. This platform is called ‘Kamar Tokek’ ["lizzard room"]. The first edition of Kamar Tokek will present a film screening by Kevin entitled “Jejak Sang Kakek” and will be followed by a discussion.

MARCH
Thursday 9 March, 15.30-17.00 hrs
Translating the Manifesto For Maintenance Art, 1969! by the Editorial team
As a way to gain deep understanding of Mierle Laderman Ukeles’ Manifesto for Maintenance Art, 1969!, our newly formed Editorial Team will organise a workshop in which they will collectively translate the Manifesto to Indonesian. Please feel free to join!

Friday 10 March 2017, starting at 17.00 hrs
Maintenance Works Film Club, Series 1: The Century Of The Self
The notion of “self-design” has been a recurring theme in our conversations with TUHANTU, the graphic design cooperative that is working on Cemeti’s new visual identity. Following on, we will screen the four-part documentary series Century of the Self (2002) by filmmaker Adam Curtis over the course of four evenings. The series focuses on Edward Bernais, the cousin of psychoanalyst Sigmund Freud, who invented the term “public relations”.

FEBRUARY
Fri 24–Sat 25 February 2017, 9.30–17.30 hrs
Assembly #1, Forms of Exchange: (Re)producing Residencies
Two-day public symposium about the possibilities and problematics of the residency model. Speakers to be announced shortly. More info here.

Friday 10 February, 19.30 hrs
Maintenance Works Film Club, Series 1: Century of the Self Episode 1 (episode 2, 3, 4 still to come)

JANUARY
Tuesday 24 January & 31 January 2017, 15.00-18.00 hrs
Two-part workshop: Translating the Manifesto For Maintenance Art, 1969! by the Editorial team (ongoing event)

Friday 20 January 2017, 19.30 hrs
Launch Maintenance Works, 1st Draft

HARAP MAKLUM ATAS KEKACAUAN INI, MAINTENANCE WORKS SEDANG BERLANGSUNG
PLEASE EXCUSE THE MESS, MAINTENANCE WORKS IN PROGRESS

Cemeti - Institute for Art and Society

JULY
12-27 July 2017
Opening: 12 July 2017, 19.00 hrs
Artist Talk: 26 July 2017, 19.00 hrs
Discussion series about postcolonialism and decolonial practice: 13-22 July 2017, see below!
Unsettling Time(s), an exhibition

http://cemeti.org/files/gimgs/th-18_Schermafbeelding 2017-02-11 om 18_38_24.png
http://cemeti.org/files/gimgs/th-18_Schermafbeelding 2017-02-11 om 18_38_36.png
http://cemeti.org/files/gimgs/th-18_16707246_1287324158026759_2451388584763389643_o.jpg