[Scroll down for English and for a selection of photo documentation]

PROGRAM SELANJUTNYA
Program Residensi Seniman Cemeti, periode #1, 2018 (Maret-Mei)
Pada periode residensi pertama di tahun ini, Cemeti menjadi tuan rumah bagi tiga seniman residensi, yaitu Bridget Reweti (New Zealand), Coco Duivenvoorde (Belanda), dan Ardi Gunawan (Jakarta). Program ini didukung oleh Mondrian Fund (Belanda) dan Asia New Zealand Foundation (New Zealand). Info lebih lengkap segera.

TENGANG
Cemeti menyelenggarakan dua program residensi utama sepanjang tahun dan program pertukaran kolaboratif lain diantaranya. Program residensi Cemeti mendorong proses penelitian dan pertukaran pengetahuan yang terbuka dengan mempertemukan seniman lokal, pengrajin, kurator, akademisi, serta berbagai institusi lain di Yogyakarta. Ide memandu residensi ini adalah untuk mendorong dan mendukung seniman dalam berinteraksi secara langsung dengan komunitas lokal dan menghadapi isu-isu sentral dalam konteks lokal dan lebih luas lagi.

Tim Cemeti akan berperan sebagai rekan diskusi melalui program mingguan “Breakfast Club” bersama para seniman residensi untuk berbagi minat, pertanyaan, dan perhatian mereka. Selama masa tinggalnya, seniman residensi akan diminta untuk berpartisipasi dalam berbagai program publik. Antara lain Kamar Tokek yang merupakan suatu platform tidak berkala untuk berbagi apapun mulai dari film, buku, karya seni, resep, dan gagasan. Program residensi ini akan berujung pada presentasi akhir yang berwujud pameran, pertunjukkan, diskusi, lokakarya atau bentuk-bentuk lainnya yang sesuai dengan karya dan praktik seniman.

PROGRAM TERDAHULU

2017

Program Residensi Seniman Cemeti, periode #2, 2017, periode #2 2017 (September-November)
Dari bulan September sampai November 2017, Cemeti bekerja sama dengan Goethe-Institut Indonesia, menyelenggarakan dan mengundang seniman dari Jerman dan Indonesia untuk menjalani residensi selama tiga bulan. Seniman terpilih adalah kolektif seniman Das Archipel (Finn Brüggemann and Nuriye Tohermes) (German) dan Arum Dayu (Indonesia). Proyek dan karya ketiga seniman residensi ini ditampilkan dalam pameran bertajuk Arum Dayu | Das Archipel yang dibuka pada tanggal 23 November 2017. Info lebih lengkap disini.

Program pertukaran residensi Objectifs & Cemeti (Juli 2017)
Pada awal tahun ini, Objectifs (Singapura) menyelenggarakan sebuah program residensi resiprokal bersama Cemeti sebagai rekan internasional dengan melibatkan satu seniman Indonesia dan satu seniman Singapura yang berkarya dengan medium film dan/atau fotografi. Seniman terpilih dalam program residensi ini, yaitu Agan Harahap (Indonesia) dan Kin Chui (Singapura). Agan menjalani residensinya di Objectifs pada bulan Januari–Februari 2017 dan Kin Chui menjalani residensinya di Cemeti pada bulan Juli 2017. Dalam kerangka residensi ini, kami mengadakan sebuah pameran bertajuk Unsettling Time(s). Info lebih lanjut dapat disimak di sini.

Program Residensi Seniman Cemeti, periode #1, 2017 (Maret-Mei)
Pada periode residensi pertama di tahun ini, Cemeti menjadi tuan rumah bagi tiga seniman residensi, yaitu Laura Marsh (New Zealand), Kevin van Braak (Belanda), dan Yosefa Aulia (Bandung). Program ini didukung oleh Mondrian Fund (Belanda), Asia New Zealand Foundation (New Zealand), dan Dinas Kebudayaan DIY. Proyek dan karya ketiga seniman residensi ini ditampilkan dalam pameran bertajuk Bergulir! Bergetar! Bertabrakan! yang dibuka pada tanggal 23 Mei 2017. Info lebih lanjut dapat disimak di sini.

UPCOMING
Cemeti’s Artist-in-residency program, period #1 2018 (March-May)
From March to May 2018, Cemeti will host three artists: Coco Duivenvoorde (the Netherlands), Bridget Reweti (New Zealand) and Ardi Gunawan (Indonesia) and for a three month period. This residency period is supported by Mondriaan Fund, the Netherlands and Asia New Zealand Foundation. More info soon!

ABOUT
Cemeti hosts two main residency programs throughout the year, as well as some irregular collaborative exchange programs. Cemeti's residencies encourages an open process of research and knowledge exchange by bringing together local artists, craftsmen, curators, academics, as well as various institutions throughout Yogyakarta. The guiding idea of the residence is to encourage and support artists to interact directly with local communities and to deal with central issues of the local context and beyond.

Cemeti’s team will act as a discussion partner throughout a weekly “Breakfast Club” for the resident artists to share their interests, questions and concerns. During the course of their stay, the artists-in-residence will be asked to participate in several public events. This includes Kamar Tokek (“gecko room”); an occasional platform for artist in residence to share anything from films, books, artworks, recipes and ideas. The residency will culminate in a final presentation, which can take the form of an exhibition, performance, lecture, workshop or any other format that corresponds to the artists’ work and practice.

PAST

2017

Cemeti’s Artist-in-residency program, period #2 2017 (September-November)
In the second residency period, Cemeti hosted two artists-in-residence: the duo Das Archipel (Finn Brüggemann and Nuriye Tohermes) (Germany) and Arum Dayu (Indonesia). This programme was a cooperation with Goethe Institut Indonesia and supported by the Cultural Department of the City of Yogyakarta DIY. Their work was presented in the exhibition Arum Dayu | Das Archipel, which opened on 23 November 2017. More info here.

Objectifs Centre for Photography and Film & Cemeti residency exchange program (July 2017)
This year, Objectifs Centre for Photography and Film (Singapore) presented a reciprocal residency program with Cemeti as international partner, involving one Indonesian artist (Agan Harahap) and one Singapore based artist (Kin Chui) working with film and/or photography. Agan's residency at Objectifs took place in January-February 2017. We hosted Kin Chui in July 2017. In the framework of this residency, we organized the exhibition Unsettling Times, more info here.

Cemeti’s Artist-in-residency program, period #1 2017 (March-May)
In the first residency period, Cemeti hosted three artists-in-residence: Laura Marsh (New Zealand), Kevin van Braak (the Netherlands), and Yosefa Aulia (Indonesia). This programme was supported by the Asia New Zealand Foundation, the Mondrian Fund (the Netherlands) and the Cultural Department of the City of Yogyakarta DIY. Their work was presented in the exhibition Bergulir! Bergetar! Bertabrakan!, which opened on 23 May 2017. More info here.

Cemeti - Institute for Art and Society

http://cemeti.org/files/gimgs/th-14_Schermafbeelding 2017-10-03 om 17_27_23.png
http://cemeti.org/files/gimgs/th-14_Schermafbeelding 2017-10-03 om 17_29_37.png
http://cemeti.org/files/gimgs/th-14_Schermafbeelding 2017-10-03 om 17_27_35.png
http://cemeti.org/files/gimgs/th-14_Schermafbeelding 2017-10-03 om 17_29_23.png
http://cemeti.org/files/gimgs/th-14_Schermafbeelding 2017-10-03 om 17_28_54.png
http://cemeti.org/files/gimgs/th-14_Schermafbeelding 2017-10-03 om 17_27_01.png